Dekorasi Kaligrafi: Sebuah komunitas kaligrafer berprestasi Nasional, ASEAN, dan Internasional, telah eksis dan berpengalaman lebih dari 100 project event yang tersebar di berbagai kota dan manca negara. Hubungi DISINI

Selasa, 02 Agustus 2011

Muqarnas, elemen Arsitektur Islam yang sangat mengagumkan


muqarnasMuqarnas merupakan salah satu elemen Arsitektur Islam. Sekilas bentuk muqarnas seolah menyerupai sarang lebah. Ya..bentukan ceruk dan susunan zigzag berdimensi yg membentuk sarang lebah ini seolah membentuk stalaknit berpola geometris. Ritme pola-pola geometrisnya terkadang diekpos scara ekstrim.



Beberapa contoh muqarnas priode awal ditemukan pada akhir abad kesembilan atau awal abad kesepuluh di Nisyapur Iran timur, ditemukan pada beberapa bagian arsitektur rumah tinggal yang terdiri dari kombinasi ukuran berikut ukiran yang membentuk ceruk-ceruk tebuat dari bahan plesteran yang diukir dan dicat dengan dekorasi ornament yang sangat unik. Di tempat lainya dan pada masa yang sama, ditemukan pula muqarnas sejenis pada tempat mandi milik kekhalifaan Abbasiyah atau periode Fatimiyah di Mesir di Fustat.

Pada awal priode penyebarannya (abad kesembilan-kesepuluh), menunjukan kemungkinan bahwa baghdad merupakan tempat dimana asal-usul lahirnya kreasi bentuk muqarnas. Lalu kemudian pada abad kesebelas, muqarnas hampir tersebar ke seluruh bagian di Timur Tengah (dari Mesir ke Asia Tengah).

muqarnasPenggunaan awal muqarnas tampaknya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kubah. Penggunaan Muqarnas pertama ditemukan pada bagian eksterior bangunan makam Ladjin di Mazandaran yang dibangun pada tahun 1022M.

Salah satu contoh terbaik muqarnas dibuat pada abad ke tiga belas terdapat pada menara suq al-Ghazzal di Baghdad. Pada bagian dasarnya, menara ini terbungkus oleh susunan muqarnas dengan susunan poros pendek berjenjang.

Beberapa bentuk paling awal dan paling sederhana muqarnas dapat ditemukan di mausoleum abad kesebelas di Aswan di Mesir. Salah satu contoh terdiri dari sebuah squinch melengkung dibagi menjadi tiga lobus di bagian bawah dengan niche tunggal kecil di atas. Di Irak perangkat yang sama dibawa ke bentuk yang paling ekstrim dengan perkembangan kubah kerucut yang terbuat dari muqarnas. Contoh tertua adalah makam Imam Dur utara Samarra. kubah ini luar biasa baik untuk puncaknya (lebih dari 25 m) dan sebesar-besarnya perusahaan, hampir organik, muqarnas dekorasi plester.

Selain kubah, elemen arsitektur yang paling umum dan sering menyatu dengan Muqarnas adalah bentukan kolom. Sebelum abad kesebelas penggunaan kolom-kolom yang menopang bangunan Islam banyak memanfaatkan peninggalan kolom-kolom pada masa pemenrintahan klasik dan Bizantium.

muqarnasPenggunaan kolom dengan Muqarnas sering penduduki posisi penting dalam tingkatan struktur bangunan bergaya arsitektur Islam. Kolom dengan muqarnas biasa ditemukan untuk menghiasi sudut-sudut ibu kota.

Penggunaan Muqarnas untuk kubah memiliki dampak yang signifikan Dengan menghadirkan bentuk-bentuk dari yang semula flat lalu kemudian menyebar dan bertransisi menjadi lengkungan dengan ceru-ceruk yang extrim tentunya akan mampu mendobrak perbedaan antara vertikal dan diagonal, elif dan horizontal. Yang terbaik contoh ini dapat dilihat dalam kubah kerucut seperti yang di Natanz di Iran di mana atap muncul bukan sebagai kubah setengah bola, tetapi sebagai seri prisma-seperti multi- permukaan.

Hampir secara keseluruhan, penerapan Muqarnas sebagai hiasan arsitektur sangat disesuaikan dengn elemen dekorasi lainnya seperti mebel kayu masjid dan dekorasi lainnya pada dinding dinding masjid. Sebuah Mimbar Nur al-Din yang dibuat untuk Masjid Aqsa di Yerusalem memiliki tiga tingkatan muqarnas berjenjang pada kanopi di atas kaki tangga.

Di Irak, Iran dan dunia Islam timur bahan yang paling cocok untuk pembuatan Muqarnas terdiri dari konstruksi batu bata yang diplester dengan perpaduan kramik yang dipanggang. Kedua bahan ini memiliki beberapa kelebihan. Bahan plester sangat mudah dibentukterutama untuk menciptakan ceruk-cruk muqarnas yang akan dikehendaki, sementrara kramik memiliki tingkat pemantulan cahaya yang sangat bagus, sehingga tak jarang dekorasi dan ornamen pada muqarnas ini tecipta dari susunan kramik yang membentuk ornamen-ornamen geometris yang sangat menakjubkan.

Di Suriah dan Mesir muqarnas pertama kubah-kubah yang terbuat dari plester tergantung pada kerangka kayu pada bagian dalam kubah yang terbuat dari batu. Contoh yang paling terkenal dari teknik ini adalah kubah di Maristan Nur al-Din dibangun tahun 1154. Kemudian muqarnas kubah batu dibuat, contoh terbaik dari yang termasuk ke Mesir abad kelima belas.

Yang pertama dilakukan muqarnas murni dari relung saling dipotong tetapi cukup awal 'menetes' stalaktit dikembangkan. Ini adalah proyeksi penurunan tipis dari sisi dipotong dari ceruk yang memberikan ilusi lengkungan tersuspensi di udara. Relung stalaktit ini adalah beberapa bentuk yang paling rumit muqarnas yang menentang upaya representasi dua dimensi.

muqarnasUmumnya asal usul dan fungsi dekoratif sangat banyak disukai. Hadirnya Muqarnas adalah solusi untuk menjawab permasalahan ini. Alasan untuk kesimpulan ini adalah bahwa beberapa contoh awal muqarnas ditemukan band-band plester hias, walaupun sama-sama awal adalah contoh dari squinches muqarnas dari Mesir. Meskipun tentu muqarnas memang memiliki fungsi dekoratif, dari kerjasama awal awal dan sering dengan kubah dan pendentives menunjukkan bahwa telah membentuk asosiasi struktural. Bentuk berjenjang muqarnas berarti bahwa tekanan dari kubah itu bisa diarahkan ke bawah ke pojok bangunan tanpa menambahkan berat tambahan dari pendentive.


Di sisi squinches muqarnas lain adalah cara memberikan rentang yang lebih besar tanpa harus membangun lengkungan berat besar. Dalam muqarnas umum cenderung mengaburkan perbedaan antara squinch dan pendentive dan menyediakan transisi yang lebih halus dari persegi ke oktagon. Pandangan yang menggabungkan kedua dekoratif dan fungsi struktural menunjukkan bahwa asal-usul muqarnas dapat ditemukan dalam teologi Islam yang mempromosikan pandangan kesatuan alam semesta dimana keberadaan dari segala sesuatu tergantung pada kehendak Allah. Muqarnas kemudian menjadi cara untuk mengungkapkan pandangan tentang alam semesta di mana kubah muncul untuk berdiri tanpa dukungan terlihat


Cetak Halaman Ini Selengkapnya...

Jumat, 01 Oktober 2010

Pengumuman Juara Lomba Kaligrafi Milad ke-27 Pondok Modern Assalam



LEMBAR PENILAIAN

LOMBA KALIGRAFI
HIASAN MUSHAF BEREGU

MILAD KE-27
PONDOK MODERN
ASSALAM
TANGGAL 28 SEPTEMBER 2010




A. GOLONGAN PUTRA
  • JUARA I Total Nilai 380 No peserta K.055 atas nama Misyanto & Andi Mandala
  • JUARA II Total Nilai 377 No peserta K.023 atas nama Husni Azhari & Mustakim
  • JUARA III Total Nilai 375 No peserta K.035 atas nama M. Tarmizi & Abdurrahman
  • JUARA IV Total Nilai 373 No peserta K.048 atas nama Ahmul & Abdul Muluk
  • JUARA V Total Nilai 371 No peserta K.039 atas nama M. Hasan & Sandri Prayoka
B. GOLONGAN PUTRI
  • JUARA I Total Nilai 370 No peserta K.030 atas nama Rima Mulyana & B. S. Putri
  • JUARA II Total Nilai 369 No peserta K.029 atas nama Siti Zakiah & Haereni
  • JUARA III Total Nilai 366 No peserta K.032 atas nama Jaenitia A & Ayu Ningtias W
  • JUARA IV Total Nilai 364 No peserta K.031 atas nama Siti Ulfi & Siti Aminah
  • JUARA V Total Nilai 362 No peserta K.026 atas nama Alfin Sanatin & Asni Laela
Penilaian tersebut dilakukan oleh Dewan Juri pada pukul 19.00 WIB, di Musholla Daarur Rahman Pondok Modern Assalam. Adapun dalam melakukan penilaian Dewan Juri tidak mengutamakan nama peserta. Dalam ketentuan Panitia Penyelenggara Lomba Kaligrafi ini, Dewan Juri berhak melakukan penilaian dengan tanpa mengetahui nomor peserta, dan keputusan tersebut tidak dapat diganggu-gugat. Adapun karya yang telah ada di tangan Panitia, sepenuhnya menjadi hak Panitia Penyelenggara Lomba Kaligrafi ini.

Sukabumi, 28 September 2010

Mengetahui (TTD)

Ketua Dewan Juri
H. Isep Misbah, S.Ag

Dewan Juri I
H. Momon Abdurrahman

Dewan Juri II
Ahmad Shaleh

Dewan Juri III
Kurnia Agung Robiansyah, S.E.I

* Pembagian hadiah akan dilaksanakan pada acara puncak Milad Pondok Modern Asalam tanggal 2 Okt 2010 pukul 13.00, dan para pemenang diwajibkan hadir dalam acara tersebut.


Cetak Halaman Ini Selengkapnya...

Selasa, 21 September 2010

Lomba kaligrafi : Milad 27 Pondok Modern Assalam-Sukabumi

lomba kaligrafiPANITIA MILAD KE-27
PONDOK MODERN ASSALAM
Cibodas, Bojonggenteng; Po.Box. 03
Sukabumi 43157 Jawa Barat – Indonesia
Telp (0266) 533638 Fax. (0266) 6542846
Website : www.assalamsukabumi.com
Email : assalam_smi@yahoo.com


PETUNJUK TEKNIS
KEGIATAN PERLOMBAAN SENI BUDAYA
DALAM RANGKAIAN KEGIATAN MILAD KE-27
PONDOK MODERN ASSALAM SUKABUMI
JAWA BARAT INDONESIA

A. PENDAHULUAN

Pesantren muncul sebagai sebuah komunitas kehidupan yang memiliki kemampuan untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas kreatif dengan menggunakan pendidikan alternatif yang menggabungkan pendidikan, pengajaran dan pembangunan karakter. Oleh karena itu, pesantren merepresentasikan pendidikan yang unik yang mensintesakan dimensi sosial, budaya dan agama. Akar dan sintesis ini kemudian mempengaruhi fungsi pesantren baik secara internal maupun eksternal.

Modernitas sendiri membawa perubahan dalam banyak aspek kehidupan, khususnya institusi agama seperti pesantren. Dalam merespons modernitas, pendidikan diupayakan melalui keterlibatan kreatif dari nilai-nilai otentik Islam yang ditransformasikan ke dalam lingkup sosial budaya.

Seiring dengan dimulainya perubahan, peran komunikasi yang baik dan terbuka juga menguatkan pada posisi mana kita dapat melakukan pekerjaan dengan benar. “Perubahan itu harus tetap hidup dan ia dapat terlihat oleh setiap orang”. Perubahan memerlukan transformasi lebih dalam dari pikiran, perasaan dan keyakinan; pola pikir tradisional perlu direvisi, dan aspek simbolik pesantren perlu DIGEMAKAN kembali untuk membuat dukungan budaya (sebagai cara baru dalam berpikir dan bertindak).

Dalam upaya mengarahkan pesantren ke arah terbuka, even MILAD KE-27 Pondok Modern Assalam diyakini menjadi momentum elaborasi potensi keluarga besar Pondok Modern Assalam, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi dan kerjasama antar pesantren, untuk berkontribusi bagi upaya Indonesia ke arah yang lebih maju dan mandiri.

B. LATAR BELAKANG

Lomba Seni Budaya yang akan diselenggarakan adalah bagian penting dalam rangkaian kegiatan MILAD Ke-27 Pondok Modern Assalam, dari lomba tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya kreativitas santri, yakni daya cipta atau sebagai kemampuan menghasilkan bentuk-bentuk dalam seni.

Perlombaan Seni Budaya ini juga secara ekspektatif, daya kreativitas tersebut berbanding lurus dalam proses pembelajaran dalam bentuk prestasi akademis, yang ikut menunjukan perilaku yang kreatif; dan menunjukan fleksibilitas (keluwesan), serta orisinalitas dalam berpikir sebagai keunikan pribadi dalam pikiran-pikiran dan ungkapan-ungkapannya. Dengan begitu, kreativitas adalah faktor terpenting dalam pembelajaran. Karena pada dasarnya manusia adalah manusia kreatif.

Sealur dengan hal tersebut, pelaksanaan even ini berguna sebagai pendorong seseorang, yaitu kondisi diri dalam dan dari luar yang mendorong seseorang berperilaku kreatif. Inti kreativitas adalah menghasilkan sesuatu yang lebih baik atau sesuatu yang baru. Kreativitas dapat dilihat jika merupakan suatu ciptaan yang baru dan bermakna bagi individu dan atau bagi lingkungannya.

C. NAMA KEGIATAN

LOMBA KALIGRAFI
DALAM RANGKA MILAD KE-27
PONDOK MODERN ASSALAM SUKABUMI
JAWA BARAT INDONESIA

D. TUJUAN DAN SASARAN

Penyelenggaraan perlombaan ini bertujuan untuk :
1. Mempererat jalinan silaturahmi antar pesantren dan sekolah di Sukabumi.
2. Mengelaborasi potensi Keluarga Besar Pondok Modern Assalam dalam bidang Seni dan Budaya.
3. Merancang penyesuaian-penyesuaian program secara internal dan eksternal dengan kebutuhan dan tuntutan visi lembaga dan masyarakat.

Adapun sasaran dalam perlombaan ini adalah:
1. Menumbuhkan rasa persaudaraan.
2. Meningkatkan daya kreativitas santri dan sikap sportifitas.
3. Meningkatkan daya apresiasi santri.

E. TEMA KEGIATAN

”MENINGKATKAN SOLIDITAS DAN POTENSI
UNTUK KEJAYAAN UMAT DAN BANGSA”

G. TEMPAT DAN WAKTU

Tempat :
Balai Pertemuan Pondok Modern Assalam
Waktu :
Tanggal 28 September 2010
Pukul. 08.30 WIB

H. PESERTA KEGIATAN

Peserta kegiatan Perlombaan Seni Budaya ini adalah terbuka untuk umum boleh mewakili lembaga pendidikan (sekolah/pesantren) atau perorangan. Peserta lomba adalah peserta yang memenuhi syarat dan ketentuan Panitia Perlombaan Seni Budaya (dibahas dalam pertemuan Technical Meeting) dan telah memenuhi administrasi pendaftaran.

I. SISTEM PENDAFTARAN

Pendaftaran
Waktu : Pendaftaran secara resmi dibuka sejak 25 September 2010
(sejak undangan ini diterima)
sampai dengan tanggal 27 September 2010.

Tempat :
o Kantor Panitia MILAD Ke-27 Pondok Modern Assalam
Kp. Situ Cibodas, Rt 15/04; Desa. Cibodas, Kec. Bojonggenteng Po.Box : 03 Kab. Sukabumi 43157, Jawa Barat, Indonesia.
Contact Person : Ust. Irfan Mauludin (0813-88460084)

o Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka
Karamat, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia
Contact Person : Ust. Hilmi Munawwar (0813-95557330)

o Studio NOQTAH ART
Griya Kampung Utan, No. R2, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tanggerang, Banten. Telepon: 021-74707150 Contact Person: Ust. Marna (085813976204)

Daftar Ulang
Waktu : Sebelum Penyelenggaraan Lomba
Tempat : Kantor Panitia MILAD Ke-27 Pondok Modern Assalam
Kp. Situ Cibodas, Rt 15/04 Desa. Cibodas,
Kec. Bojonggenteng Po.Box : 03 Kab. Sukabumi 43157,
Jawa Barat, Indonesia.

J. BIAYA PENDAFTARAN

Berdasarkan keputusan Panitia Penyelenggara dalam rapat paripurna,
tentang biaya pendaftaran peserta lomba, dijabarkan sebagai berikut:
Rp. 20.000, per-individu (untuk sertifikat dan makan siang peserta).
K. PERSYARATAN PESERTA

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para peserta atau kontingen yang mengikuti kegiatan Perlombaan Seni Budaya dalam rangka MILAD Ke-27
Pondok Modern Assalam Sukabumi, adalah sebagai berikut:
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Membayar uang Administrasi
3. Menyerahkan pas photo 3 x 4 sebanyak 1 lembar, dengan peruntukan pelengkap pada Sertifikat Peserta.

L. KETENTUAN PERLOMBAAN

1. Katagori Lomba
Hiasan Mushaf, beregu (2 orang)

2. Durasi
Alokasi waktu yang disediakan
untuk perlombaan adalah 7 jam

3. Marqo
Pilihan:
Q.S. At-Takatsur
Q.S. Al-Qodr
Q.S. Al-Insyiroh

4. Gaya Tulisan
Khat Naskhi

5. Media
Kertas Karton Putih Ukuran : 86 cm x 61 cm.

M. PENUTUP

Demikian Petunjuk Teknis Lomba Kaligrafi Dalam Rangka MILAD Ke-27 Pondok Modern Assalam Sukabumi ini kami buat, atas dukungan dan partisipasi untuk terselenggaranya acara ini, kami haturkan banyak terima kasih.
Semoga Allah swt., senantiasa mengabulkan rencana kita. Amin..

Cetak Halaman Ini Selengkapnya...