Dinamakan Sulus karena ditulis dengan kalam atau pulpen yang ujung pelatuknya dipotong dengan ukuran sepertiga (sulus) goresan kalam. Ada pula yang menamakan “khat Arab” karena gaya ini merupakan sumber pokok aneka ragam kaligrafi Arab yang banyak jumlahnya sesudah khat Kufi.
Untuk menulis dengan kahat Sulus, pelatuk kalam dipotong dengan kemiringan kira-kira setengah lebar pelatuk. Ukuran ini sesuai untuk gaya Sulus ‘Adi dan Sulus Jali.
Khat Sulus yang banyak digunakan untuk dekorasi dinding dan aneka media karena kelenturannya, dianggap paling sulit dibandingkan gaya-gaya lain, baik dari sudut kaedah maupun proses penyusunannya.
Dalam rentan perjalanan sejarah, Sulus berkembang kepada beberapa gaya dengan mengambil nama-nama, diantaranya:
1.Khat Tumar
2.Khat Muhaqqaq
3.Khat Rayhani4.Khat Tawqi’
5.Khat Riqa’ atau Ruqa
6.Khat Sulusaini7.Khat Musalsal
8.Khat Sulus Adi
9.Khat Sulus Jali10.Khat Sulus Mahbuk11.Khat Sulus Mta’assir bil Rasm
12.Khat Handasani
13.Khat Sulus MutanazhirHasil Goresan khattat Usman pada tahun 1427 Hijriyah.
Cetak Halaman Ini


0 komentar:
Poskan Komentar